Malang, 8 September 2024 – Sebanyak 45 peserta dari 12 pabrik rokok di Kabupaten Nganjuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Diversifikasi Produk Industri Hasil Tembakau yang dilaksanakan di Kota Malang selama tiga hari. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi manajemen perusahaan serta membuka peluang inovasi produk dalam industri hasil tembakau.

Bimtek yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 8 September 2024 ini diinisiasi oleh Dinas Perindustrian Kabupaten Nganjuk. Dalam penyelenggaraannya, Dinas Perindustrian bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nganjuk, yang berperan dalam memberikan materi terkait manajemen bisnis modern. Program ini merupakan langkah strategis untuk membantu pelaku usaha rokok menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif dan mendorong inovasi produk yang lebih beragam serta sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini.

“Kolaborasi dengan STIE Nganjuk memungkinkan peserta mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai fungsi manajemen yang efektif, serta cara mengembangkan produk yang inovatif agar bisa bersaing di pasar global,” ujar Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Nganjuk dalam sambutannya.

Selama tiga hari, para peserta menerima materi mengenai strategi diversifikasi produk, pengembangan inovasi, serta peningkatan fungsi manajemen perusahaan. Selain itu, peserta juga melakukan studi kasus serta berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan di industri rokok yang terus berkembang.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pabrik-pabrik rokok yang hadir dapat memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan daya saing serta keberlanjutan industri tembakau di Kabupaten Nganjuk.

“Dengan adanya diversifikasi produk, diharapkan perusahaan dapat lebih fleksibel menghadapi perubahan tren pasar dan semakin memajukan perekonomian daerah,” ujar Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Nganjuk dalam sambutannya

Selama tiga hari, para peserta menerima materi terkait strategi diversifikasi, pengembangan produk, dan peningkatan fungsi manajemen. Tak hanya itu, peserta juga mendapat kesempatan untuk melakukan studi kasus dan berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan yang dihadapi di industri rokok saat ini.

Melalui pelatihan ini, diharapkan setiap pabrik rokok yang hadir dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan daya saing di pasar, sekaligus menjaga keberlanjutan industri tembakau di Kabupaten Nganjuk.

Leave a Comment